Muncul Klaster Pendidikan, 3 Kampus Negeri di Surabaya Lockdown

SuaraJatimNews.com - Laju penyebaran covid di Surabaya terus mengalami peningkatan. Salah satu munculnya Klaster pendidikan yang mengakibatkan 3 Kampus Negeri di Surabaya melakukan lockdown. Penutupan kampus ini bertujuan untuk mengantisipasi penularan COVID-19 lebih luas.

Kampus C Universitas Airlangga


Ketiga kampus tersebut adalah Institut Sepuluh November (ITS), Universitas Airlangga (UNAIR), dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Penutupan kampus diawali oleh ITS setelah beberapa dosen dan rektor terkonfirmasi positif COVID-19. Menurut Ketua Satgas Covid-19 ITS Adjie Pamungkas ST MDevPlg PhD bahwa per tanggal 26 Desember 2020 tercatat 18 civitas akademika terkonfirmasi positif. Untuk kasus meninggal imbuhnya sejak awal pandemi COVID-19 hingga sekarang tercatat 5 kasus meninggal. “Lima orang tersebut rinciannya adalah tiga dosen, satu mahasiswa dan satu tenaga kependidikan,” ungkapnya, Minggu (27/12/2020). 

Setelah ITS melakukan lockdown, Universitas Airlangga menerapkan kebijakan serupa sejak tanggal 04 Januari 2021. Penutupan kampus ini berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unair tertanggal 02 Januari 2021

"Unair lockdown selama 14 hari terhitung tanggal 4 hingga 17 Januari 2021," Kata Martha Kurnia selaku Kepalsa Pusat Komunikasi dan Informasi Publik Unair. Hal ini harus dilakukan setelah melihat resiko penularan COVID-19 terus meningkat. 

Dengan lockdown ini, seluruh pegawai dan tenaga pendidikan melakukan tugas kedinasan dari rumah atau work from home (WFH). "Tugas-tugas kedinasan tetap bisa dijalankan dan dikerjakan dari rumah," imbuhnya.

Setelah kampus ITS dan UNAIR memutuskan menutup kampusnya, Universitas Negeri Surabaya juga mengambil kebijakan serupa setelah terdapat dua puluh civitas akademika yang terkonfirmasi positif. Bahkan terdapat satu orang lainnya meninggal dunia. 

Menurut Wakil Sekretaris IV Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto, kedisiplinan warga mulai menurun sekarang. Mereka memberikan banyak kelonggaran dan kurang disiplin. 

“Kami imbau kepada para pelaku usaha, tempat kerja, ruang pendidikan dan tempat ibadah untuk mengefektifkan kembali satgas mandiri masing-masing demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya,” kata Irvan. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Muncul Klaster Pendidikan, 3 Kampus Negeri di Surabaya Lockdown"

Posting Komentar